Breaking News

AHM Didepak dari Pengurus Golkar Airlangga

JAKARTA-Golkar resmi mencopot Ahmad Hidayat Mus dari kursi Ketua Bidang PP Wilayah Timur. Hal ini dilakukan setelah kepengurusan DPP Partai Golkar diumumkan oleh Airlangga Hartarto selaku ketua umum. Posisi AHM digantikan Melchias Markus Mekeng. "Ketua Bidang PP Wilayah Timur, Melchias Markus Mekeng," kata Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat mengumumkan struktur kepengurusannya di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (22/1).

 Dalam struktur kepengurusan baru, AHM tidak diberikan jabatan apapun di partai berlambang pohon beringin itu. Ia hanya diminta untuk fokus memenangkan Pilgub Maluku Utara periode 2018-2013.

Saat ini struktur kepengurusan DPP Golkar berjumlah 251 orang. Jumlah itu lebih sedikit daripada kepengurusan DPP Golkar yang lalu yang berjumlah 305 orang. Dari 251 pengurus DPP Golkar, 75 adalah perempuan. Dengan demikian, lanjut Airlangga, kuota perempuan 30 persen telah dicapai.

Ia mengatakan, kepengurusan Golkar saat ini difokuskan menunjang pemenangan Golkar pada Pemilu 2019. Menteri Perindustrian itu menambahkan, Golkar menargetkan raihan 16-18 persen di Pemilu Legislatif 2019. "Target Golkar pada 2019 tentu meningkatkan elektabilitas pada posisi semula, ditargetkan range Golkar pada pemilu nanti 16-18 persen," lanjut Airlangga.

Dikonfirmasi secara terpisah, AHM mengaku mengetahui keputusan Partai Golkar yang mencopot dirinya dari jabatan Korbid PP Indonesia II DPP Partai Golkar. Menurutnya, tidak terakomodir namanya di struktur kepengurusan DPP Golkar yang baru, itu atas permintaannya sendiri  pada saat rapat Tim DPP Pilkada dan proses penerbitan rekomendasi pasangan calon kepala daerah di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat Jumat, 5 Januari 2018.

Saat itu katanya, ia  meminta kepada Ketum Golkar Airlangga Hartarto agar dirinya fokus dan konsentrasi pada Pilgub Maluku Utara. Apalagi jabatan AHM saat itu sebagai Korbid PP Indonesia II DPP Partai Golkar yang membawahi 18 provinsi dan 243 kabupaten/kota. “Wilayah politik saya memang sangat luas dan berat sehinggga bisa mengganggu pencalonan saya sebagai calon Gubernur Maluku Utara. Jadi saya buka dicopot, tapi saya minta supaya digantikan dengan yang lain,” jelas mantan Bupati Kepulauan Sula ini.

Meski demikian, Golkar mengapresiasi tugas dan tanggung jawab AHM. Sebab pada Pilkada Serentak 2017 lalu, target pemenangan nasional 60% khusus wilayah Indonesia dua dibawah kepimpinan AHM mencapai target. Ini merupakan prestasi AHM ketika mengemban amanah sebagai ketua Korbid PP Indonesia II. (jun/kpc)