Penyadaran Politik, Kunci Pilkada Damai
TERNATE-Staf pengajar Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah
Maluku Utara (UMMU) Helmi Alhadar menyebut, pilkada damai dapat
dicapai apabila seluruh kandidat, partai politik, tim sukses dan
penyelenggara baik Bawaslu dan KPU lebih tulus menghadapi momen ini.
Menurutnya, para elit politik harus melakukan penyadaran politik
terhadap masyarakat tingkat bawah. Para elit politik sudah harus lebih
bijaksana, meskipun pilkada ini diikuti empat kandidat yakni
AHM-Rivai, Bur-Jadi, MK-Maju dan AGK-YA, tapi yang memenangkan
pertarungan hanya satu kandidat.
"Semua kandidat harus lapang dada, menang kalah hal biasa dalam demokrasi. Jadi harus bisa menerima kenyataan dengan niat yang baik, dengan begitu pertarungan yang sehat sangat dibutuhkan. Bagi saya pilkada ini pertarungan ide, gagasan maupun program," ujar Helmi, Senin (12/2).
Selain elit politik yang melakukan penyadaran lanjut Helmi, peran penyelenggara, KPU dan Bawaslu harus benar-benar steril. Penyelenggara harus tulus dan iklas, dengan begitu mampu melepaskan kepentingan-kepentingan. "Saya kira penyelenggara dan kandidat harus berjarak, karena dua lembaga ini sangat menentukan tidak pilkada ini," pintanya.
Helmi menyebut, sangat rawan apabila penyelenggara tidak steril. “Saya harap penyelenggara bekerja profesional, bisa menjaga jarak dengan empat kandidat. Jangan sampai ada kecurigaan yang bukan-bukan," harap Helmi. (jun)
"Semua kandidat harus lapang dada, menang kalah hal biasa dalam demokrasi. Jadi harus bisa menerima kenyataan dengan niat yang baik, dengan begitu pertarungan yang sehat sangat dibutuhkan. Bagi saya pilkada ini pertarungan ide, gagasan maupun program," ujar Helmi, Senin (12/2).
Selain elit politik yang melakukan penyadaran lanjut Helmi, peran penyelenggara, KPU dan Bawaslu harus benar-benar steril. Penyelenggara harus tulus dan iklas, dengan begitu mampu melepaskan kepentingan-kepentingan. "Saya kira penyelenggara dan kandidat harus berjarak, karena dua lembaga ini sangat menentukan tidak pilkada ini," pintanya.
Helmi menyebut, sangat rawan apabila penyelenggara tidak steril. “Saya harap penyelenggara bekerja profesional, bisa menjaga jarak dengan empat kandidat. Jangan sampai ada kecurigaan yang bukan-bukan," harap Helmi. (jun)
