Kuker ke Halut, Gubernur Resmi 15 Proyek dan Berikan Bantuan
SOFIFI-Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Gani Kasuba, beserta rombongan melakukan kunjungan kerja (Kuker) ke Kabupaten Halmahera Utara (Halut) Senin (22/1). Dalam Kuker tersebut, AGK meresmikan 15 proyek sekaligus memberikan bantuan kepada masyarakat Halut.
Bantuan yang diberikan gubernur diantaranya semen 100 zak untuk pembangunan Masjid Desa Soma Kecamatan Malifut, beasiswan siswa MK/SMA di Malifut. Selain itu, AGK meresmikan 15 proyek di Pediwang pedalaman sekaligus panen raya Padi serta meresmikan proyek Pelabuhan Perikanan Tobelo Kabupaten Halut.
Gubernur dalam sambutannya menyampaikan, mengelola Provinsi Malut dengan memiliki 10 kabupaten/kota terddiri dari pulau-pulau, membutuhkan sinergitas. Sebab 10 kabupaten/kota yang dikelola gubernur atau wakil pemerintah pusat di daerah, sangat sulit. "Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota untuk membangun infrastruktur Malut," ujarnya.
Dikatakan, peresmian 15 proyek di Halut dengan tujuan dapat dirasakan masyarakat, terutama infrastruktur pembagunan sesui visi misi ring road jalan Halmahera tuntas, sehingga dapat dilalui masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian. Selain itu, infrastruktur pembangunan bandara, terutama bandara Kuabang Kao telah memenuhi syarat untuk didarati pesawat pesawat berbadan lebar. "Ini perlu dikembangkan lagi agar kedepan Kao lebih berkembang," paparnya.
Menurut gubernur, masyarakat sangat membutuhkan pelayanan kesehatan dan pendidikan. Sektor pendidikan tiap tahun Pemprov Malut menyalurkan beasiswa kepada 4 ribu siswa di kabupaten/kota, bahkan saat ini sebagian besar kebutuhan SMA/SMK yang merupakan tanggung jawab Pemprov telah dipenuhi, baik bangunan ruang kelas, ruang laboratarium, perpustakaan maupun fasilitas lainnya. "Kita sadari pendidikan itu sangat penting," jelasnya.
Mantan anggota DPR RI ini mengaku, sarana dan prasaran kampus di Malut berjalan dengan baik meskipun terdapat kekurangan, namun sudah banyak dosen yang terpenuhi atas biaya studi lanjut pemerintah Provinsi Malut. Unuversitas yang ada di Malut berkembang dan mensukseskan generasi muda dan betul-betul dibekali pendidikan dan ilmu pengetahuan yang memadai. "Masa kepemimpinan saya, sudah banyak sarana dan prasarana dirasakan masyarakat," urainya. (fab)
Bantuan yang diberikan gubernur diantaranya semen 100 zak untuk pembangunan Masjid Desa Soma Kecamatan Malifut, beasiswan siswa MK/SMA di Malifut. Selain itu, AGK meresmikan 15 proyek di Pediwang pedalaman sekaligus panen raya Padi serta meresmikan proyek Pelabuhan Perikanan Tobelo Kabupaten Halut.
Gubernur dalam sambutannya menyampaikan, mengelola Provinsi Malut dengan memiliki 10 kabupaten/kota terddiri dari pulau-pulau, membutuhkan sinergitas. Sebab 10 kabupaten/kota yang dikelola gubernur atau wakil pemerintah pusat di daerah, sangat sulit. "Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota untuk membangun infrastruktur Malut," ujarnya.
Dikatakan, peresmian 15 proyek di Halut dengan tujuan dapat dirasakan masyarakat, terutama infrastruktur pembagunan sesui visi misi ring road jalan Halmahera tuntas, sehingga dapat dilalui masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian. Selain itu, infrastruktur pembangunan bandara, terutama bandara Kuabang Kao telah memenuhi syarat untuk didarati pesawat pesawat berbadan lebar. "Ini perlu dikembangkan lagi agar kedepan Kao lebih berkembang," paparnya.
Menurut gubernur, masyarakat sangat membutuhkan pelayanan kesehatan dan pendidikan. Sektor pendidikan tiap tahun Pemprov Malut menyalurkan beasiswa kepada 4 ribu siswa di kabupaten/kota, bahkan saat ini sebagian besar kebutuhan SMA/SMK yang merupakan tanggung jawab Pemprov telah dipenuhi, baik bangunan ruang kelas, ruang laboratarium, perpustakaan maupun fasilitas lainnya. "Kita sadari pendidikan itu sangat penting," jelasnya.
Mantan anggota DPR RI ini mengaku, sarana dan prasaran kampus di Malut berjalan dengan baik meskipun terdapat kekurangan, namun sudah banyak dosen yang terpenuhi atas biaya studi lanjut pemerintah Provinsi Malut. Unuversitas yang ada di Malut berkembang dan mensukseskan generasi muda dan betul-betul dibekali pendidikan dan ilmu pengetahuan yang memadai. "Masa kepemimpinan saya, sudah banyak sarana dan prasarana dirasakan masyarakat," urainya. (fab)
